Home
/
Health

Kasus Serangan Jantung pada Ibu Hamil Terus Meningkat

Kasus Serangan Jantung pada Ibu Hamil Terus Meningkat
Zahrina Yustisia Noorputeri20 July 2018
Bagikan :

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari New York University School of Medicine menunjukkan adanya peningkatan kasus serangan jantung pada wanita hamil.

Studi yang dilakukan dengan menggunakan data yang diambil sejak tahun 2002 hingga 2014 menunjukkan kasus serangan jantung pada ibu hamil, ibu yang sedang melahirkan, dan ibu saat dua bulan setelah melahirkan meningkat hingga 25 persen.

Peneliti melakukan analisis terhadap lebih dari 49 juta kelahiran di rumah sakit. Hasilnya, terdapat 1.061 kasus serangan jantung dan 922 wanita dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung saat hamil.

Pada 2002, terdapat 7,1 kasus serangan jantung dari setiap 100.000 kehamilan. Kasus tersebut meningkat pada 2014 menjadi 9,5 kasus per 100.000 kehamilan.

"Analisis kami merupakan peninjauan terbesar dalam satu dekade. Studi ini berfungsi sebagai pengingat tentang bagaimana kehamilan yang penuh tekanan dapat berpengaruh pada tubuh dan jantung wanita hamil dan menyebabkan banyak perubahan fisiologis yang juga meningkatkan faktor risiko penyebab serangan jantung," kata Dr. Sripal Bangalore, peneliti senior dalam studi tersebut, dalam pernyataan resminya yang dilansir Newsweek.

Preview

Serangan jantung merupakan penyebab 4,5 persen kematian pada ibu hamil. Untuk mencegah kematian akibat serangan jantung, dokter membantu ibu hamil dengan memberikan obat untuk mengencerkan darah dan metode pengobatan lainnya untuk menyelamatkan sang ibu.

Risiko serangan jantung ditemukan lebih tinggi pada ibu hamil yang berusia lebih tua. Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang hamil pada usia 35 hingga 39 tahun memiliki risiko serangan jantung lima kali lipat lebih besar daripada ibu hamil di usia 20-an tahun. Sementara pada ibu hamil usia 40-an, risiko meningkat hingga 10 kali lipat.

“Penemuan kami menunjukkan bahwa wanita yang ingin memiliki anak harus memikirkan kesehatan jantungnya,” kata Dr. Nathaniel Smilowitz, asisten profesor di NYU School of Medicine. “Mereka harus berkonsultasi dengan dokter dan memonitor kesehatan jantung saat hamil untuk menurunkan risiko serangan jantung.”

populerRelated Article