Home
/
Telco

Menkominfo Beri Lampu Hijau Merger XL Axiata dan Smartfren

Menkominfo Beri Lampu Hijau Merger XL Axiata dan Smartfren
Muhammad Faisal Hadi Putra27 March 2024
Bagikan :

Uzone.id - Makin santer terdengar kabar tentang XL Axiata dan Smartfren yang akan merger. Menanggapi isu tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi pun sudah memberikan restunya bila konsolidasi tersebut benar-benar terjadi.

Menurutnya, merger XL Axiata dan Smartfren akan memuat industri telekomunikasi di Indonesia lebih sehat dan efisien. 

“Yang pasti kita mau industri telekomunikasi ini sehat. Sekarang industri ini lagi berat. Lebih efisien kan. Iya merestui, lebih efisien dan sehat. Tiga (operator) kan cukup,” katanya, usai berkunjung ke Apple Developer Academy di BSD, Tangerang Selatan, Selasa (26/3).

Namun terkait kepastian merger kedua operator tersebut, Budi mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut. Ia menyerahkan proses konsolidasi ini kepada masing-masing perusahaan, termasuk terkait kesepakatan dan kebijakan teknis yang diambil.

“Nah itu B2B, sudah biarin aja. Saya gak mau campur karena ranahnya sudah teknis, itu kebijakan korporasi,” tegas Budi.

“Saya sudah ngomong, saya bilang terserah kalian kalau soal itu saya gak campur dong. Tunggu nanti, kalau sudah bocor saya kasih tau kalian,” sambungnya.

Smartfren berharap konsolidasi dengan XL Axiata segera terjadi

Sebelumnya, Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys buka suara terkait kabar merger dengan XL Axiata. Dalam konferensi pers paparan publik RUPST akhir tahun lalu, ia  menyatakan keinginannya untuk segera berkonsolidasi dengan XL Axiata.

“Mohon doanya. Prosesnya tentu saja, seperti orang nikah, kenalan dulu colek-colekan dulu ta’aruf dulu. Kita melihat sebagai proses yang sedang berjalan,” ucap Merza.

“Tentu manajemen akan sangat berharap bisa terjadi. Lihat sama-sama ini kalau memang jodoh, kalau orang tua nya belum jodoh, kan kita-kita ini yang nikahnya. Informasinya dari manajemen belum punya, jadi sama-sama kita menunggu,” jelasnya waktu itu.

Saat ini, Indonesia memiliki empat operator, yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison hasil merger indosat Ooredoo dan Tri Hutchison, serta XL Axiata dan Smartfren.

populerRelated Article