home ×
Digilife

Para Pembelanja Online, Waspada Aplikasi Trojan Shopper

14 January 2020 By
Para Pembelanja Online, Waspada Aplikasi Trojan Shopper
Uzone

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Uzone.id - Berbelanja online memang lebih mudah dan cepat. Berburu barang murah, apalagi ketika sedang pesta belanja online, terasa lebih seru. Namun, apakah kamu tahu bahwa di balik itu ada virus yang mengintai?

Ya! Peneliti Kaspersky, perusahaan global cybersecurity, mendeteksi aplikasi Trojan yang meneror pengguna dengan iklan yang tidak diinginkan dan meningkatkan pemasangan aplikasi belanja online sekaligus mengelabui para pengguna dan pengiklan.

Dari siaran pers yang diterima Uzone.id, aplikasi berbahaya tersebut singgah ke toko aplikasi (app store) ponsel cerdas kamu, mengunduh, meluncurkan aplikasi, dan meninggalkan ulasan palsu atas nama pengguna.

Baca juga: Hati-hati, Serangan Siber Berbasis Kecerdasan Buatan Makin Marak di 2020

Ketika penjualan akhir tahun menyerbu toko-toko, baik para pengguna dan pemilik merek harus selalu waspada. Saat memilih tempat belanja, para pengguna cenderung sangat bergantung pada ulasan, sementara penjual akan meningkatkan anggaran pada iklan dan aktivitas promosi mereka.

Nyatanya, tidak ada yang dapat dipercaya sepenuhnya pada dunia online. Aplikasi Trojan terbaru mampu melancarkan aksinya dengan cara meningkatkan pemasangan dan peringkat aplikasi belanja populer, serta menyebarkan sejumlah iklan yang dapat mengganggu pengguna.

Trojan yang dijuluki “Shopper” ini pertama kali menarik perhatian para peneliti setelah kebingungan yang menyebar dari penggunaan Layanan Aksesibilitas Google.

Layanan ini memungkinkan untuk mengatur suara yang dapat membacakan konten aplikasi dan mengotomatisasi interaksi antarmuka pengguna (layanan ini dirancang untuk membantu orang-orang disabilitas).

Baca juga: Prediksi Tren Teknologi 2020 di Dunia, dari Kota Pintar hingga Keamanan Data

Namun, di tangan pelaku kejahatan siber, fitur ini dapat menghadirkan ancaman serius bagi pemilik perangkat.

Setelah memiliki izin menggunakan layanan ini, malware dapat memperoleh peluang hampir tak terbatas untuk berinteraksi dengan antarmuka sistem dan aplikasi. Aktivitas itu dapat menangkap data yang ditampilkan di layar, menekan tombol bahkan meniru gerakan pengguna.

Belum diketahui bagaimana cara aplikasi berbahaya ini disebarkan, namun peneliti Kaspersky berpendapat bahwa itu dapat diunduh oleh pemilik perangkat dari iklan palsu atau toko aplikasi pihak ketiga saat mencoba untuk mendapatkan aplikasi yang sah.

Aplikasi ini menyamar sebagai aplikasi sistem dan menggunakan ikon sistem bernama ConfigAPK untuk menyembunyikan diri dari pengguna.

Setelah layar tidak terkunci, aplikasi meluncur, mengumpulkan informasi tentang perangkat korban dan mengirimkannya ke server pelaku kejahatan siber. Server kemudian mengembalikan perintah untuk dieksekusi oleh aplikasi.

 

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

6 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
pejuang 22 January 2020 | 21:40:15

ini harus di perhatikan oleh semua orang yang suka belanja online

Miskin aman 15 January 2020 | 01:36:05

sebaiknya jangan asal belanja di online nih yah

Denis Werot 15 January 2020 | 00:51:45

tdk bagus dan tidak bole

Denis Werot 15 January 2020 | 00:48:54

jgn di perlakukan sperti itu dong

andreanyp 14 January 2020 | 18:10:23

perlu diwaspadai ini shopper bahaya

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article